Batuk Sesak Nafas dan Cara Meredakannya

Batuk sesak nafas merupakan salah satu tanda gejala penyakit asma. Namun, tidak selalu batuk dan sesak nafas menjadi gejala penyakit asma. Terkadang batuk sesak nafas menjadi ciri dari penyakit lain selain penyakit asma. Namun, pada dasarnya batuk-batuk dan sesak nafas menandakan bahwa sistem pernapasan telah terganggu. Tentu saja hal ini dapat membuat tidak nyaman dan membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Sesak nafas dapat terjadi karena penyempitan pada saluran pernapasan sehingga membuat orang yang mengalaminya merasa sesak dan nyeri pada dada.



batuk sesak nafas
Alat Nebulizer ABN Ultrasonic untuk Pengobatan ASMA

Cara Meredakan Batuk Sesak Nafas Berdasarkan Penyebabnya 

Batuk sesak nafas dapat terjadi karena pilek, alergi, asma, bronkhitis, penumonia, dan lain sebagainya. Pilek merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Salah satu gejala dari adanya pilek ini ialah batuk, sakit tenggorokan, hidung berair, bahkan sesak nafas. Cara meredakan batuk-batuk dan sesak nafas karena pilek yakni dengan mengonsumsi obat batuk dan dekongestan. Selain mengonsumsi obat-obatan bisa dilakukan dengan menambah asupan cairan, nebulisasi, berkumur dengan air garam, dan lain sebagainya.

Batuk sesak nafas dapat terjadi juga karena adanya alergi. Adanya alergi ini dapat membuat perasaan sesak pada dada. Alergi disebabkan karena debu, asap, jamur, serbuk sari, dan lain sebagainya. Reaksi yang timbul di antaranya ialah batuk, ruam dan sesak nafas. Cara mengatasinya yaitu dengan mengonsumsi obat ekspektoran, minum banyak cairan, mandi air panas, atau menggunakan humidifier untuk menghirup udara lembap.

Batuk sesak nafas umumnya juga dapat terjadi karena adanya penyakit asma. Penyakit asma membuat saluran pernapasan menjadi sempit. Saluran pernapasan tiba-tiba menyempit karena paparan zat alergen atau udara dingin. Walaupun asma tidak dapat disembuhkan, tetapi gejala asma dapat dikurangi dengan mengonsumsi obat-obatan asma. Biasanya obat-obatan asma berupa obat uap yang disemprotkan ke dalam mulut kemudian dihirup sehingga masuk ke dalam saluran pernapasan. Selain itu tidur dengan posisi kepala yang lebih tinggi juga dapat membantu bernapas lebih mudah.

Bronkhitis menyebabkan batuk dan sesak nafas. Bronkhitis itu merupakan peradangan yang terjadi pada bagian bronkus yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Selain batuk dan sesak nafas, bronkhitis juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan, dan demam. Cara mengobati bronkhitis yaitu dengan mengonsumsi obat pereda batuk. Setelah itu Anda dapat berkonsultasi pada dokter mengenai penanganan medis selanjutnya.

Penumonia juga dapat ditandai gejala batuk dan sesak nafas. Peneumonia itu merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan dan membuat peradangan pada paru-paru. Penumonia disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, parasit, atau organisme lainnya. Penyakkit ini harus segera ditangani karena bila penanganannya lambat maka bisa berakibat fatal.

Berikut penanganan umum yang dapat dilakukan untuk mengatasi batuk dan sesak karena berbagai sebab:
  • Mengonsumsi minuman hangat seperti teh jahe hangat; Mengonsumsi obat bila terdapat gejala lainnya seperti demam, sakit kepala, dan lainnya;
  • Menggunakan antibiotik atas saran dokter dan di diagnosa oleh dokter mengidap merespons penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri.
 

Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: wedaran.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :