Cara Menangani Asma dengan Benar

Cara menangani asma sangat penting untuk diketahui karena asma merupakan penyakit yang mengganggu saluran pernapasan dan dapat menyerang siapa saja. Cara menangani asma sangat penting untuk diketahui karena bila kita terserang penyakit asma, kita akan mengetahui apa langkah-langkah yang harus dilakukan. Perlu diketahui penyakit asma merupakan penyakit yang sangat mengganggu saluran pernapasan dan fatal akibatnya bila dibiarkan.

Penyakit asma terjadi akibat peradangan (inflamasi) pada dinding rongga sehingga dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan berefek gangguan pernapasan seperti sesak napas. Selain itu, penyakit asma terjadi akibat adanya kelainan pada saluran pernapasan seperti otot pernapasan yang mengalami pengerutan, lendir lebih banyak yang kental dan lengket, dan saluran lendir yang mengalami penebalan dan pembengkakan.



cara menangani asma
Alat Nebulizer ABN untuk Pengobatan ASMA

Cara Menangani Asma dengan Benar


Langkah pertama kali bila penyakit asma ini muncul, sebaiknya segera memeriksakannya ke dokter. Setelah melakukan pemeriksaan, biasanya dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan gejala asma yang diderita oleh pasien. Pasien yang menderita penyakit asma terkadang membutuhkan tingkatan pengobatan yang lebih tinggi pada jangka waktu tertentu. Bila ditangani dengan baik, pasien akan mendapatkan pemeriksaan rutin yang biasanya dilakukan dalam jangka waktu setahun sekali, hal dilakukan untuk memastikan asma yang diderita oleh pasien berada dalam kondisi terkendali dan pengobatan yang dilakukan sesuai dengan yang dibutuhkan.

Salah satu cara menangani asma yang dianjurkan oleh dokter yaitu dengan menggunakan inhaler (obat hirup untuk asma). Tentunya apoteker ataupun dokter mempunyai kewajiban untuk mengajari pasien bagaimana cara menggunakan inhaler dengan baik dan benar.

Perlu diketahui ada dua jenis inhaler yaitu inhaler jenis pencegah dan inhaler jenis pencegah. Berikut ini penjelasannya.

Inhaler jenis pereda
Inhaler jenis pereda digunakan untuk meredakan atau meringankan gejala asma yang dialami oleh pasien. Gejala asma akan cepat mereda dan membaik saat serangan berlangsung bila menggunakan inhaler ini. Pada umumnya inhaler jenis pereda berisi obat-obatan yang disebut dengan short-acting beta2 –agonist atau beta2 –agonist yang memiliki reaksi cepat.

Obat bekerja untuk melemaskan otot-otot di sekitar saluran pernapasan yang menyempit. Saluran pernapasan akan melebar dan terbuka sehingga pasien penderita penyakit asma akan kembali bernapas dengan mudah.


Inhaler jenis pencegah
Inhaler jenis ini digunakan untuk mengurangi jumlah perdangan dan “kejang-kejang” yang terjadi pada saluran pernapasan. Penderita biasanya akan menggunakan inhalir pencegah setiap hari untuk sementara waktu sebelum merasakan manfaatnya secara utuh. Inhaler pencegah ini memiliki kandungan obat yang disebut dengan kortikosteroid inhalasi. Akan tetapi, terkadang obat dapat menyebabkan oral thrush atau infeksi jamur pada dinding mulut. Oleh sebab itu, setiap selesai menghirup obat pasien disarankan untuk berkumur-kumur dengan air bersih.

Selain itu terdapat contoh obat-obatan pencegah asma yang lain seperti mometasone, fluticasone, beclometasone, dan budesonide.

Pada umumnya pengobatan pencegah asma disarankan kepada pasien jika:
  • Terbangun pada malam hari sekali atau lebih dalam seminggu akibat dari serangan asma;
  • Mengalami serangan asma lebih dari dua kali dalam seminggu;
  • Pasien harus menggunakan inhaler pereda lebih dari dua kali dalam seminggu.
 

Oleh: Bidan Sulis
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :