Obat Asma Bagi Penderita Penyakit Asma

Obat asma yang paling banyak digunakan ialah jenis obat dalam bentuk uap. Obat asma ini lebih efektif dan bekerja lebih cepat pada saluran pernapasan. Salah satu contoh obat yang digunakan ialah inhaler. Inhaler merupakan obat asma dalam bentuk sediaan uap. Obat ini bekerja efektif karena bekerja langsung pada paru-paru. Inhaler memiliki bagian yang dinamakan spacer. Spacer ialah wadah yang terbuat dari plastik atau logam yang disertai dengan corong penghisap. Corong penghisap terdapat pada salah satu ujung spacer dan ujung lainnya digunakan sebagai penyambung spacer dengan inhaler.


obat asma
Alat Nebulizer Philips untuk Pengobatan ASMA


Jenis-jenis Obat Asma Inhaler

Inhaler merupakan obat asma yang dihirup atau diisap. Cara kerjanya,  inhaler bekerja langsung pada saluran pernapasan khususnya paru-paru. Jika  inhaler ditekan, maka akan mengeluarkan obat asma berupa uap yang kemudian ditampung di dalam spacer. Setelah itu, pasien akan menghirup obat melalui corong yang terdapat pada spacer. Spacer menjadi alat bantu yang bermanfaat untuk pemberian obat asma. Salah satu manfaat dari spacer yaitu mencegah terjadinya efek samping dari penggunaan obat asma secara langsung seperti seriawan pada mulut dan pada tenggorokan. Selain itu, manfaat lain dari spacer ialah dapat meningkatkan jumlah dari obat penyakit asma untuk sampai ke paru-paru.

Obat untuk penyakit asma berupa inhaler terdiri dari beberapa jenis. Di antaranya inhaler jenis pereda dan inhaler jenis pencegah. Sesuai dengan namanya inhaler jenis pereda merupakan obat penyakit asma dalam bentuk uap yang dihirup dan digunakan dengan tujuan untuk meringankan gejala asma yang datang pada saat serangan asma terjadi. Inhaler jenis pereda ini mengandung obat-obatan berupa short acting atau beta 2 agonist yang dapat bereaksi cepat pada saluran pernapasan. Obat ini bekerja dengan cara melemaskan otot-otot yang ada pada sekitar saluran pernapasan yang mengalami penyempitan agar terbuka lebar sehingga mempermudah penderita asma untuk bernapas.

Obat yang tergolong dalam pereda asma di antaranya ialah terbutalin dan salbutamol. Obat ini memiliki efek samping minimal serta aman bila digunakan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Apabila serangan asma sudah menghilang maka penggunaan obat dapat dihentikan.

Obat untuk penyakit asma jenis pencegah merupakan obat yang digunakan untuk mencegah terjadinya serangan asma, peradangan serta kejang-kejang pada saluran pernapasan. Lain halnya dengan obat pereda asma, obat jenis inhaler pencegah ini digunakan setiap hari sampai pasien merasakan manfaatnya atau gejala yang dirasakan berkurang. Kandungan obat ini pada umumnya ialah kortikosteroid inhalasi. Untuk penggunaannya, penderita harus menghindari asap rokok karena dapat mengurangi kinerja obat. Contoh inhaler jenis pencegah di antaranya ialah budesonide, mometasone, beclometasone, dan fluticasone. Obat ini memiliki ciri berwarna orange, cokelat, dan merah.

Obat inhaler jenis pencegah asma sangat cocok digunakan bagi pasien yang memiliki kriteria berikut: Pasien sering mengalami serangan asma lebih dari 2 kali dalam seminggu, pasien yang harus menggunakan inhaler jenis pereda dengan frekuensi lebih dari 2 kali dalam seminggu, dan pasien yang sering terbangun pada malam hari karena mendapat serangan asma dengan frekuensi 1 kali atau lebih dalam kurun waktu seminggu.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :