Obat Sakit Asma bagi Anak Penderita Asma

Obat sakit asma yang digunakan oleh penderita penyakit asma umumnya berupa obat dalam bentuk uap. Pemilihan obat dalam bentuk uap dirasakan tepat karena obat bekerja secara langsung dan efektif pada saluran pernapasan. Selain itu, penggunaan obat asma dalam bentuk uap dirasakan lebih mudah dibandingkan dengan sediaan obat asma lainnya. Obat sakit asma pada anak-anak dan orang dewasa tentunya akan berbeda. Terutama dari dosis obat yang digunakan. Biasanya dosis obat asma untuk anak-anak lebih rendah dibandingkan dengan dosis obat untuk orang dewasa.



obat sakit asma
Alat Nebulizer Omron NE-C 801 untuk Pengobatan ASMA

Obat Sakit Asma untuk Anak

  Seperti halnya pengobatan asma pada orang dewasa, obat sakit asma untuk anak juga terdiri dari obat pencegah asma jangka panjang dan obat pereda asma. Obat pencegah asma dalam jangka waktu panjang dapat digunakan sebagai upaya mencegah terjadinya serangan asma serta mengurangi gejala yang ada. Contoh obat sakit asma anak yang dapat mencegah terjadinya serangan asma di antaranya ialah sebagai berikut:

Obat kortikosteroid
Obat kortikosteroid yang digunakan ialah obat kortikosteroid dalam bentuk sediaan sirup. Kortikosteroid hirup merupakan gologan dari obat anti radang yang paling banyak digunakan untuk menangani penyakit asma. Obat kortikosteroid ini digunakan sebagai obat pencegah terjadinya serangan asma. Contoh obat yang termasuk ke dalam golongan ini ialah budesonide, fluticasone, ciclesonide, beclomethasone, mometasone dan lainnya. Obat-obat ini paling banyak digunakan untuk menangani asma yang terjadi pada anak-anak dan balita.

Long Acting Beta Antagonist (LABA)
LABA ini tergolong ke dalam obat pereda asma dengan reaksi yang lambat. Obat ini dapat mengurangi terjadinya peradangan dan memperlebar saluran pernapasan yang sempit. Contoh dari obat golongan ini ialah formoterol dan salmerterol.

Inhaler kombinasi
Obat inhaler kombinasi ini digunakan sebagai obat pencegah serangan asma. inhaler kombinasi ini merupakan paduan antara obat kortikosteroid dengan obat pereda asma reaksi lambat atau long acting beta antagonist atau LABA. Bahan obat yang dikombinasikan menjadi inhaler kombinasi ini di antaranya ialah salmeterol dengan fluticasone, formoterol dengan mometasone, dan formoterol dengan budesonide.

Pengubah leukotrin
Obat asma ini bekerja dengan cara memblokir efek dari leukotrin yang menjadi senyawa pada sistem imun yang dapat menyebabkan gejala penyakit asma muncul. Obat ini biasanya dikombinasikan dengan menggunakan kostikosteroid yang dihirup. Contoh dari kelompok obat ini iala zafirlukast, zileuton dan montelukast.

Theophylline
Obat asma ini dikonsumsi setiap hari. Manfaat dari mengonsumsi obat asma ini ialah untuk mempermudah bernapas. Cara kerjanya ialah dengan melemaskan otot-otot yang ada di sekitar saluran pernapasan.

Selain obat pencegah asma, pada anak penderita asma juga dapat diberikan obat pereda asma reaksi cepat. Obat ini biasanya diberikan hanya pada saat terjadi serangan asma atau digunakan sebelum terpicu serangan asma misalnya berolah raga. Olah raga merupakan aktivitas fisik yang berat sehingga memicu terjadinya serangan asma. Bagi anak penderita asma, sebelum berolah raga sebaiknya mengonsumsi obat pereda asma sebelum olah raga. Obat pereda asma telah terbukti dapat menangani serangan asma dengan cepat.

Apabila anak sering mengalami serangan asma, obat pereda asma ini dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Beberapa obat yang termasuk ke dalam obat pereda asma di antaranya ialah short acting beta agonist, kortikosteroid oral dan infus, dan ipratropium.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :