Obat Sesak Nafas Karena Penyakit Asma

Obat sesak nafas pada umumnya digolongkan menjadi dua kategori, yaitu obat pereda sesak nafas dan obat pengontrol sesak nafas. Sesak nafas sering dikaitkan penderita penyakit asma sehingga pengobatan sesak nafas sering menggunakan obat untuk penyakit asma. Obat sesak nafas karena penyakit asma biasanya berupa obat uap yang dihirup langsung agar dapat bekerja langsung pada saluran pernapasan. Obat pada umumnya bekerja dengan cara memperlebar saluran pernapasan yang menyempit.



obat sesak nafas
Alat Nebulizer Philips untuk Pengobatan ASMA

Obat Sesak Nafas Karena Asma (Obat Pereda Asma)


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya obat sesak nafas karena asma terdiri dari obat pereda dan pengontrol asma. Gejala penyakit asma yang sering terjadi ialah sesak nafas. Sesak nafas terjadi karena saluran pernapasan mengalami penyempitan. Penyakit asma ini tidak hanya menyerang orang dewasa, tetapi menyerang anak-anak juga. Namun, umumnya penyakit ini bersifat genetik atau keturunan. Sesak nafas pada penderita penyakit asma dirasakan berat ketika terjadi serangan asma. Serangan asma ini dapat terjadi secara tiba-tiba. Selain itu, serangan asma dapat terjadi ketika penderita terpapar faktor pencetus serangan asma seperti suhu udara yang terlalu dingin.

Obat sesak nafas karena asma diklasifikasikan berdasarkan jenis penyakit asma yang diderita. Penyakit asma dapat diklasifikasikan ke dalam penyakit asma ringan, penyakit asma sedang dan penyakit asma berat. Pada penyakit asma ringan biasanya akan timbul serangan asma dan obat diberikan pada saat terjadi serangan asma saja. Terapi lanjutan dari penyakit asma biasanya tidak perlu diberikan. Sedangkan untuk jenis penyakit asma sedang sampai berat diperlukan terapi lanjutan sebagai upaya untuk mencegah terjadinya serangan asma.

Oleh sebab itu, obat sesak nafas karena asma diklasifikasikan berdasarkan klasifikasi penyakit asma. Obat pereda asma digunakan pada saat terjadinya serangan asma dan obat pengontrol digunakan setelah serangan asma dilalui dan menjadi obat jangka panjang yang harus digunakan guna mencegah serangan asma datang kembali. Untuk penderita penyakit asma ringan dapat mengonsumsi obat pereda asma saja. Sedangkan untuk penderita penyakit asma sedang dan berat diharuskan mengonsumsi obat pereda dan pengontrol asma.

Contoh obat pereda asma di antaranya ialah terbutalin salbutamol, teofilin atau aminofilin dan ipratropium bromide. Salbutamol merupakan obat yang tergolong ke dalam golongan obat beta agonis. Obat ini bereaksi dengan cepat dan tersedia dalam bentuk tablet, sirup hingga uap atau inhalasi. Salbutamol menjadi obat pilihan utama yang digunakan pada saat serangan asma. Biasanya sediaan salbutamol yang sering digunakan berupa inhalasi atau uap. Sediaan inhalasi atau uap bekerja lebih cepat dibandingkan dengan sediaan lainnya.

Salbutamol dalam sediaan inhalasi bersifat dosis tunggal ataupun kombinasi dengan ipratropium bromide. Sedangkan dalam bentuk atau sediaan sirup, obat salbutamol ini sering dikombinasikan bersama dengan obat pengencer dahak.

Obat asma pereda lainnya ialah terbutalin. Terbutalin hanya tersedia dalam bentuk obat yang diminum atau oral. Selain itu, obat asma pereda lainnya ialah aminofilin yang tersedia dalam bentuk cair untuk injeksi. Sedangkan teofilin tersedia dalam bentuk tablet atau sirup. Obat teofilin dapat dikombinasikan bersamaan dengan obat lainnya seperti salbutamol dan efedrin.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :