Pengobatan Asma Berdasarkan Tingkatannya

Pengobatan asma dapat dilakukan dengan memeriksakan diri terlebih dahulu pada dokter untuk memastikan penyakit yang diderita. Kadangkala gejala penyakit asma memiliki kesamaan dengan gejala penyakit lainnya. Untuk memastikannya, diperlukan pemeriksaan lebih mendalam untuk mendiagnosa penyakit. Penyakit asma umumnya terjadi karena adanya faktor genetik atau keturunan di dalam keluarga yang menderita penyakit asma. Pengobatan asma pun bergantung pada tingkatan penyakit asma yang diderita. Umumnya penyakit asma ini dikategorikan dalam 3 golongan, yaitu penyakit asma ringan, penyakit asma sedang dan penyakit asma berat.



pengobatan asma
Alat Nebulizer Omron NE-C 801 untuk Pengobatan ASMA

Pengobatan Asma Berdasarkan Tingkatan Penyakit Asma 


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, penyakit asma ini dikategorikan dalam 3 tingkatan. Tingkatan yang pertama yaitu asma ringan, tingkatan yang kedua yaitu asma sedang dan tingkatan yang ketiga yaitu asma berat. Pengobatan asma pun di dasarkan dari ketiga tingkatan penyakit. Untuk tingkatan asma ringan biasanya pengobatan cukup pemberian obat pereda asma karena penderita asma ringan ini hanya memerlukan obat pada saat terjadi serangan asma saja. Sedangkan untuk penderita asma sedang dan berat diberikan pengobatan berupa obat pereda asma dan obat pengontrol asma. Pada penderita penyakit asma sedang dan berat perlu diberikan obat pengontrol asma dikarenakan kemungkinan besar serangan asma dapat terjadi kembali sehingga tidak hanya cukup di berikan obat pereda asma saja.

Obat pereda asma merupakan obat yang digunakan pada saat terjadi serangan asma. Sedangkan obat pengontrol asma merupakan obat yang diberikan setelah serangan asma guna mencegah terjadinya serangan asma berulang kembali. Obat pereda asma biasanya merupakan inhaler jenis pereda. Contoh dari inhaler jenis pereda ini ialah short acting beta2 agonist atau beta 2 agonist yang memiliki reaksi cepat untuk meredakan serangan asma yang terjadi. Sedangkan untuk jenis obat-obatan pereda asma contohnya ialah terbutaline dan salbutamol.

Obat pengontrol asma merupakan jenis pencegah. Inhaler jenis pencegah dapat mengurangi peradangan dan kekejangan yang terjadi di dalam saluran pernapasan. Inhaler jenis pencegah ini harus digunakan setiap hari sampai efek yang diinginkan dirasakan oleh penderita penyakit asma. Di dalam inhaler jenis pencegah atau pengontrol ini mengandung obat-obatan berupa kortikosteroid inhalasi. Dalam penggunaannya, inhales jenis pencegah atau pengontrol ini digunakan pada tempat yang tidak terdapat asap rokok. Karena bila digunakan pada tempat yang terdapat asap rokok, maka kinerja obat ini akan berkurang. Obat-obatan yang termasuk ke dalam obat pencegah atau pengontrol asma di antaranya ialah beclametasone, budesonide, fluticasone, dan mometasone.

Pengobatan asma dengan menggunakan obat pencegah atau pengontrol asma lebih difokuskan pada pasien yang mengalami serangan asma lebih dari dua kali dalam seminggu, pasien yang harus menggunakan inhaler jenis pereda melebihi dua kali dalam satu minggu, pasien yang sering terbangun pada malam hari satu kali atau lebih dari satu kali karena serangan asma. Penggunaan obat pencegah atau pengontrol asma dengan menggunakan inhaler jenis pencegah yang berisikan obat kortikosteroid memiliki efek samping berupa oral trush atau infeksi jamur. Infeksi jamur ini sering terdapat pada dinding mulut pasien. Oleh sebab itu, pasien yang menggunakan inhaler jenis pencegah dianjurkan untuk selalu berkumur-kumur dengan menggunakan air bersih setelah menghirup obat ini.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :