Pengobatan Penyakit Asma dengan Obat Dokter

Pengobatan penyakit asma dapat dilakukan secara modern dan tradisional. Pengobatan penyakit asma secara benar dapat meredakan gejala yang terjadi akibat adanya penyakit asma. Penyakit asma itu tidak dapat disembuhkan. Namun, penyakit asma dapat dikontrol agar serangan asma tidak kambuh. Pengontrolan penyakit asma dapat dilakukan dengan cara mengonsumsi obat asma secara teratur dan menghindari segala hal yang menjadi faktor pemicu serangan asma.

Pada umumnya pengobatan penyakit asma dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dokter. Untuk memperoleh resep obat dari dokter diperlukan pemeriksaan untuk mendiagnosa secara pasti. Setelah dokter melakukan pemeriksaan dan memastikan pasien menderita penyakit asma maka dokter akan memberikan pengobatan yang terbuat dari bahan kimia.



pengobatan penyakit asma
Alat Nebulizer Omron NE-C 28 untuk Pengobatan ASMA


Namun, tak jarang para penderita penyakit asma menggunakan obat nonresep, mereka juga menggunakan obat tradisional yang dibuat dari bahan-bahan alami. Salah satu di antaranya ialah obat tradisional yang dibuat dari bawang putih. Bawang putih dapat dibuat menjadi obat tradisional untuk mengobati penyakit asma karena bawang putih memiliki khasiat mengencerkan dahak. Di dalam bawang putih terkandung ekspektoran yang dapat mengencerkan dahak dalam tenggorokan. Biasanya pada penderita penyakit asma sering terdapat dahak yang menghalangi saluran pernapasan seperti dahak di tenggorokan.

Pengobatan Penyakit Asma dengan Obat Dokter

Penderita penyakit asma umumnya akan memeriksakan diri pada saat gejala penyakit asma muncul. Gejala penyakit asma yang sering muncul di antaranya sesak napas, terdapat bunyi mengi saat bernapas, sering merasa lelah, sering batuk, dan lain sebagainya. Banyak gejala penyakit asma yang mirip dengan penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya. Oleh sebab itu, untuk memastikannya, Anda perlu melakukan pemeriksaan penunjang seperti uji pernapasan. Dokter akan mengukur kemampuan menghirup udara dan mengeluarkan udara pada pasien yang diduga menderita penyakit asma. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan pasien positif menderita penyakit asma maka dokter akan merekomendasikan terapi pengobatan.

Pada dasarnya pengobatan yang diberikan pada pasien penderita penyakit asma oleh dokter terdiri dari dua jenis obat yaitu obat pereda asma dan obat pengontrol asma. Obat pereda asma biasanya diberikan pada saat serangan asma datang, sedangkan obat pengontrol asma digunakan bila tidak terdapat serangan asma. Pengobatan penyakit asma yang diberikan oleh dokter pun bergantung pada ringan atau beratnya penyakit asma yang diderita oleh pasien.

Seorang pasien dikatakan menderita penyakit asma ringan apabila gejala serangan asma hanya muncul maksimal dua kali seminggu. Untuk penderita asma ringan ini, cukup mendapatkan obat pereda asma saja karena serangan asma yang timbul masih tergolong jarang, bahkan serangan asma tidak akan timbul apabila penderita penyakit asma ringan tidak kontak dengan pemicu serangan asma seperti debu, asap rokok, serbuk sari, dan lain sebagainya.

Namun, seorang pasien dikatakan menderita penyakit asma sedang dan berat bila gejala serangan asma timbul lebih dari dua kali dalam seminggu. Untuk penderita asma sedang dan berat harus menggunakan obat pereda asma dan obat pengontrol asma.Contoh dari obat pereda asma di antaranya ialah obat salbutamol dan terbutaline, sedangkan contoh dari obat asma theophyline leukotriene receptor antagonist.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :