Penyakit Asma Adalah Penyakit Genetik

Penyakit asma adalah penyakit yang mengganggu sistem pernapasan dan merupakan penyakit genetik. Bila salah satu keluarga terdapat orang yang menderita penyakit asma, maka keturunannya dapat mewarisi penyakit asma. Penyakit asma pada dasarnya tidak dapat disembuhkan. Namun, penyakit asma ini dapat dikontrol dengan cara mengonsumsi obat asma dan menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan serangan asma. Serangan asma merupakan hal yang sangat berbahaya bila terjadi pada penderita penyakit asma karena penderita asma akan mengalami kesulitan bernapas.

Penyakit asma dapat dikontrol dengan cara mengonsumsi obat-obatan asma. Obat-obatan asma pada umumnya terdiri dari dua jenis, yaitu obat pereda asma dan obat pencegah asma. Keduanya harus siap sedia bagi penderita penyakit asma tingkatan sedang dan berat.



Penyakit Asma Adalah
Alat nebulizer ABN Ultrasonic untuk pengobatan ASMA

Penyakit Asma Adalah Penyakit yang Dapat Dikontrol


Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penyakit asma adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Namun, penyakit ini dapat dikontrol. Kebanyakan penderita penyakit asma mengontrol penyakitnya dengan cara mengonsumsi obat asma. Obat pereda asma digunakan pada saat terjadi serangan asma, sedangkan obat pencegah asma digunakan untuk pemeliharaan sehari-hari saat serangan asma tidak terjadi.

Obat asma baik pereda maupun jenis pencegah biasanya berbentuk sediaan uap. Obat dapat digunakan dengan bantuan alat yang disebut dengan inhaler. Inhaler memudahkan penderita penyakit asma untuk menghirup obat asma yang memberi efek cepat untuk mengurangi gejala penyakit asma. Cara kerja inhaler ialah mengirimkan obat asma dalam bentuk uap menuju saluran pernapasan dengan cara dihirup oleh mulut penderita penyakit asma sehingga obat asma dapat bekerja langsung pada paru-paru atau saluran pernapasan. Setiap inhaler memiliki spesifikasi atau cara penggunaannya. Biasanya petugas apoteker atau dokter akan memberitahukan cara menggunakan inhaler ini pada saat penderita penyakit asma menerima obat inhaler.

Inhaler dilengkapi juga dengan spacer. Spacer ini merupakan tempat atau wadah yang terbuat dari logam atau plastik yang dilengkapi dengan corong penghisap pada salah satu ujungnya. Sedangkan untuk ujung yang lainnya merupakan penghubung antara spacer dengan inhaler. Cara kerja inhaler yang dilengkapi spacer yaitu bila ditekan maka obat akan tertampung di dalam spacer kemudian pasien atau pengguna inhaler akan menghirup obat yang berada dalam corong spacer melalui mulut. Keuntungan penggunaan spacer pada inhaler ialah dapat mengurangi timbulnya seriawan pada mulut maupun tenggorokan. Biasanya obat asma yang dihirup langsung tanpa menggunakan spacer dapat menimbulkan efek samping berupa seriawan pada mulut atau tenggorokan.

Obat asma pereda maupun pencegah, pada umumnya menggunakan inhaler dalam penggunaannya. Contoh inhaler jenis pereda di antaranya ialah obat short acting beta2 agonist, terbutaline dan salbutamol, sedangkan contoh inhaler jenis pencegah di antaranya ialah budesonide, fluticasone, beclometasone, dan lain sebagainya.

Obat pencegah ini dapat mengurangi jumlah peradangan dan kejang pada saluran pernapasan (bronkokontriksi). Lain halnya dengan obat pereda asma yang digunakan pada saat serangan asma bila muncul tiba-tiba.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :