Penyakit Asma dan Obatnya untuk Anak-anak

Penyakit asma dan obatnya dapat diberikan sesuai dengan tingkatan penyakit asma yang diderita serta usia penderita penyakit asma. Penyakit asma dan obatnya diberikan atas resep dokter. Tentunya dokter terlebih dahulu memeriksa kemudian memberikan obat yang sesuai dengan penyakit yang diderita oleh pasien. Untuk pengobatan penyakit asma pada umumnya dokter menggunakan obat dalam bentuk uap karena bekerja lebih cepat dan lebih efektif untuk mengurangi gejala penyakit asma.

Penentuan jenis obat dan dosis obat yang digunakan bergantung pada kondisi pasien . Dosis obat juga ditentukan berdasarkan usia penderita penyakit asma. Biasanya dosis obat penyakit asma diberikan dengan dosis yang rendah pada pasien anak-anak dibandingkan pada pasien orang dewasa. Namun, jenis obat penyakit asma untuk anak-anak dan orang dewasa umumnya terdapat dua jenis yaitu obat pereda asma dan obat pencegah asma.



penyakit asma dan obatnya
Alat Nebulizer Omron NE-C 28 untuk Pengobatan ASMA


Penyakit Asma dan Obatnya untuk Anak-anak


Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, baik anak-anak maupun orang dewasa, obat penyakit asma yang dapat diberikan terdiri dari dua jenis. Obat yang pertama ialah obat pereda asma, sedangkan obat yang kedua ialah obat pencegah asma. Obat pereda asma sangat efektif digunakan pada saat serangan asma, sedangkan obat pencegah asma digunakan untuk menghindari serangan asma kambuh kembali.

Salah satu contoh obat pencegah dan pereda asma di antaranya ialah kortikosteroid, long acting beta antagonist, inhaler kombinasi, dan pengubah leukotrin. Obat koetikosteroid biasanya diberikan pada anak-anak yang menderita penyakit asma ialah obat kortikosteroid dalam sediaan sirup. Obat kortikosteroid ini termasuk ke dalam golongan obat anti inflamasi yang banyak digunakan sebagai obat penyakit asma. Obat kortikosteroid dapat mencegah terjadinya serangan asma. Obat kortikosteroid contohnya ialah fluticasone, budesonide, beclomethasone, mometasone, ciclosonide, dan lain sebagainya. Obat kortikosteroid ini banyak digunakan anak-anak dan balita yang menderita penyakit asma.

Obat asma selanjutnya ialah long acting beta antagonist atau yang sering disebut dengan LABA. Long acting beta antagonist ini termasuk kedalam obat pereda penyakit asma. Obat ini mampu membuat saluran pernapasan menjadi lega. Selain itu, obat ini dapat mengurangi peradangan pada saluran pernapasan. Contoh obat LABA ialah salmerterol dan formoterol.

Obat asma lainnya ialah pengubah leukotrin. Sesuai dengan namanya obat pengubah leukotrin bekerja dengan cara mengubah atau memblokir efek dari leukotrin. Leukotrin merupakan senyawa imun dari sistem yang dapat memunculkan gejala asma. obat pengubah leukotrin sering dikombinasikan dengan obat kortikosteroid hirup. Contoh obat ini ialah montelukast, zileuton dan zafirlukast.

Selain obat di atas, obat theophylline sering juga digunakan sebagai obat asma. Obat theophylline ini berkhasiat membuat bernapas lebih mudah bila dikonsumsi secara teratur setiap hari. Obat theophylline ini bekerja dengan melemaskan otot yang ada di sekitar saluran pernapasan.

Penggunaan obat-obatan asama harus dikonsultasikan dengan dokter yang menangani. Terlebih lagi bila obat untuk anak-anak karena harus sesuai dosis obat yang dikonsumsi. Perlu diketahui, obat-obat asma memiliki efek samping yang besar bila digunakan tidak sesuai dengan aturan.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :