Penyakit Asma dan Pengobatannya

Penyakit asma merupakan penyakit yang mengganggu saluran pernapasan. Penyakit ini dapat mengancam jiwa apabila terjadi serangan asma berat. Oleh karena itu, jangan meremehkan penyakit ini. Penyakit asma dapat menyerang semua kalangan usia mulai golongan anak-anak hingga orang dewasa, bahkan bayi pun dapat mengalami penyakit ini karena gen penyakit bawaan pada bayi . Biasanya gen diwariskan dari orang tua. Penyakit asma memiliki ciri-ciri yang paling umum, di antaranya ialah sesak nafas, adanya bunyi mengi, sakit pada daerah dada, merasa mudah lelah, sering mengalami batuk, merasa panik dan cemas, menghilangnya suara, mengalami iritasi pada tenggorokan, pada bagian bibir dan kuku menjadi biru.


penyakit asma
Nebulizer ABN untuk Pengobatan Asma


Semua ciri-ciri penyakit asma berhubungan dengan gangguan pernapasan karena terjadinya penyempitan saluran pernapasan. Normalnya kita bernapas tanpa halangan sehingga udara dapat keluar masuk dengan leluasa pada saluran pernapasan. Namun, berbeda halnya dengan orang yang mengalami penyakit ini. Khususnya saat terjadi serangan asma. Udara dari luar sulit sekali untuk masuk ke dalam saluran napas. Udara yang masuk hanya berjumlah sedikit. Pertukaran udara di dalam saluran pernapasan pun terganggu. Udara dari dalam saluran pernapasan sulit untuk keluar akibat saluran pernapasan yang sempit. Oleh sebab itu, untuk mengatasi kondisi ini, diperlukan obat yang dapat melonggarkan saluran pernapasan sehingga sirkulasi udara di dalam saluran pernapasan berjalan dengan lancar. Obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit ini umumnya terdapat dua kategori yaitu obat pereda asma dan obat pengontrol asma.

Obat Penyakit Asma

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya obat penyakit asma terdiri dari 2 kategori yaitu obat pereda asma dan obat pengontrol asma. Obat pereda asma digunakan pada saat terjadi serangan asma. sedangkan obat pengontrol asma digunakan setelah serangan asma berakhir dan mencegah terjadinya serangan asma kembali. Untuk penderita penyakit ini, sebelum menggunakan obat, perlu diperiksa terlebih dahulu oleh dokter yang menangani. Biasanya dokter akan mengklasifikasikan jenis penyakit asma yang di derita oleh pasien. Apakah penyakit asma yang di derita oleh pasien tergolong ke dalam asma ringan, sedang atau berat. Baru dari dapat ditentukan obat yang sesuai untuk digunakan.

Pada pasien yang menderita penyakit asma ringan akan diberikan obat pereda asma saja. Biasanya pada pasien yang menderita penyakit asma ringan akan merasakan gejala asma hanya pada saat terjadi serangan asma. Selanjutnya asma akan menghilang sehingga tidak diperlukan obat pengontrol asma. Lain halnya bagi penderita penyakit asma sedang dan berat. Pada penderita penyakit ini membutuhkan obat pengontrol asma sebagai upaya untuk mencegah terjadinya serangan asma sehingga obat yang digunakan tidak hanya obat pereda asma saja melainkan obat pengontrol asma juga.

Contoh obat pereda asma itu di antaranya ialah terbutalin salbutamol, teofilin atau aminofilin dan ipratropium bromide. Salbutamol merupakan obat yang tergolong ke dalam golongan obat beta agonis. Obat ini dapat bereaksi dengan cepat. Sediaan obat ini pun banyak, baik berupa tablet, sirup hingga dalam bentuk uap atau inhalasi. Salbutamol menjadi obat pilihan utama yang digunakan pada saat serangan asma. Contoh dari obat pengontrol asma di antaranya ialah sodium kromoglikat atau kromolin nedokromil, inhalasi steroid, b2 agonis aksi panjang, dan lain sebagainya.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :