Terapi Asma Modern dengan Inhaler

Terapi asma atau pengobatan penyakit asma dapat dilakukan dengan cara modern atau dengan cara tradisional. Terapi asma yang dilakukan dengan cara modern dilakukan dengan cara mengonsumsi obat-obatan kimia yang diperoleh dari resep dokter. Sedangkan terapi asma yang bersifat tradisional biasanya dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan herbal yang dibuat atau yang sudah tersedia dalam bentuk kemasan tablet atau sirup. Terkadang pengobatan yang bersifat modern dan tradisional dapat dilakukan bersamaan oleh pasien penderita penyakit asma. Mengingat, pengobatan tradisional tidak memiliki efek samping bila digunakan bersamaan dengan pengobatan modern, langkah ini sering dilakukan oleh penderita penyakit asma.



terapi asma
Alat Nebulizer Omron NE-C 28 untuk Pengobatan ASMA
    

Terapi Asma Modern

Seperti yang telah disinggung sebelumnya terapi asma modern berhubungan dengan obat-obatan yang berasal dari bahan kimia. Obat-obatan ini dibuat oleh ahli farmasi dan telah diuji coba secara laboratorium. Salah satu obat yang paling terkenal dan banyak digunakan untuk mengobati penyakit asma di antaranya ialah inhaler. Inhaler merupakan obat penyakit asma yang dapat dihirup dengan menggunakan alat inhaler. Di dalam inhaler terdapat obat asma seperti salbutamol. Alat inhaler ini dapat mengirimkan obat ke dalam saluran pernapasan penderita penyakit asma secara langsung tanpa melalui mulut terlebih dahulu sehingga respons dari pengobatan akan dirasakan lebih cepat dibandingkan dengan obat yang dikonsumsi melalui mulut.

Inhaler banyak digunakan oleh penderita penyakit asma karena dapat membantu obat untuk sampai ke paru-paru dengan cepat. Walaupun begitu, kinerja dari setiap inhaler akan berbeda-beda bergantung pada obat yang terkandung di dalam inhaler. Seperti inhaler jenis pereda. Inhaler jenis pereda biasanya bekerja lebih cepat dibandingkan inhaler jenis lain karena inhaler ini dapat digunakan untuk meredakan serangan asma secara tiba-tiba. Selain itu, inhaler jenis pereda mengandung obat-obatan yang dapat bekerja dan bereaksi dengan cepat. Obat-obatan pereda di antaranya ialah short acting beta2 agonist atau beta2 agonist. Obat-obatan jenis pereda biasanya ditandai dengan warna biru. Artinya obat pada inhaler ini bersifat bebas terbatas. Obat ini sangat terkenal dapat bereaksi secara cepat pada saluran pernapasan yang menyempit menjadi terbuka lebih lebar sehingga penderita penyakit asma dapat leluasa bernapas.

Selanjutnya terdapat inhaler jenis pencegah. Inhaler jenis pencegah berguna untuk mencegah terjadinya serangan asma. Selain itu, inhaler jenis pencegah ini juga dapat mengurangi jumlah peradangan serta penyempitan yang terjadi di dalam saluran pernapasan. Inhaler jenis pencegah digunakan setiap hari sebelum efek dari obat inhaler jenis pencegah dirasakan sepenuhnya, bahkan untuk penderita penyakit asma sedang berat selain menggunakan inhaler jenis pereda, inhaler jenis pencegah juga digunakan. Namun, inhaler jenis pereda hanya digunakan pada saat terjadi serangan asma saja.

Pada inhaler jenis pencegah biasanya berisi obat seperti kortikosteroid. Inhaler jenis pencegah ini ditandai dengan warna orange, merah ataupun cokelat. Bentuk sediaan dari kortikosteroid yang digunakan sebagai inhaler pencegah biasanya berbentuk uap. Obat kortikosteroid uap ini harus digunakan pada tempat yang bebas asap rokok karena bila digunakan pada tempat yang terdapat asap rokok, dapat mengurangi keefektifan dari pengobatan.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :