Terapi Sesak Nafas dan Penyebabnya

Terapi sesak nafas dapat dilakukan dengan mengonsumsi obat-obatan. Terapi sesak nafas dilakukan agar sesak nafas berkurang. Sesak nafas atau yang dikenal dalam istilah medis sebagai dispnea merupakan keadaan yang menggambarkan persepsi perasaan tidak nyaman saat bernapas dengan intensi yang sangat berbeda dari setiap intensitasnya. Sesak nafas ini dapat terjadi karena berbagai faktor seperti fisiologi, psikologi, sosial serta lingkungan. Interaksi dari berbagai faktor membuat terjadinya induksi respons fisiologi dan perilaku sekunder.

Masyarakat pada umumnya menafsirkan sesak nafas akibat udara yang tidak dapat masuk dengan sempurna, tidak dapat menghirup udara dengan cukup, perasaan penuh pada dada, perasaan tercekik, bernapas pendek, bernapas berat, dan dada terasa berat serta sempit.



terapi sesak nafas
Alat Nebulizer ABN untuk Pengobatan ASMA


Pembagian sesak napas terdiri dari dua macam, yaitu sesak napas akut atau dispnea akut dan sesak napas kronik atau dispnea kronik. Sesak napas akut atau dispnea akut terjadi dalam kurun waktu kurang dari satu bulan. Sedangkan sesak napas kronik atau dispnea kronik berlangsung lebih dari 1 bulan. Mekanisme terjadinya sesak napas dimulai sejak adanya aktivasi dari sistem sensorik yang terlibat terhadap sistem respirasi. Informasi mengenai sesak napas tadi dikirim dari sendorik sampai pada pusat pernapasan di otak dan memproses respiratory related signals dan menghasilkan pengaruh kognitif, kontekstual, dan perilaku sehingga terjadilah sensasi dari sesak napas.

Terapi Sesak Nafas Berdasarkan Penyebabnya

Seperti yang telah disebutkan di atas, sesak nafas dapat terjadi karena adanya gangguan fisiologis maupun psikologis. Maka terapi sesak nafas harus dilakukan sesuai dengan penyebab sesak nafas. Apabila sesak nafas terjadi karena gangguan fisiologis maka terapi sesak nafas yang diberikan berupa pemberian obat-obatan. Obat-obatan asma yang dapat diberikan untuk mengobati sesak nafas yang terjadi di antaranya ialah bronkodilator dan pengontrol asma seperti kortikosteroid dan long acting beta antantagonis atau LABA.

Sedangkan sesak nafas yang terjadi karena penyakit pneumonia, terapi yang diberikan berupa obat-obatan antibiotik untuk menyembuhkan penyakit pneumonia. Namun, bila sesak nafas terjadi tanpa diketahui penyebabnya atau lebih cenderung ke arah gangguan psikologis, maka dapat dilakukan terapi asma dengan tujuan sebagai berikut:
  • Untuk mengurangi sensasi sesak nafas dan meningkatkan fungsi otot-otot pernapasan. Anda dapat melakukan konservasi energi, strategi dalam bernapas (seperti mengerutkan bibir), mengatur posisi (sperti bersAndar ke depan), mengkaji obesitas atau malnutrisi, melatih otot-otot pernapasan, mengistirahatkan otot pernapasan (seperti pemberian oksigen melalui hidung, dan pemberian oksigen melalui trakhea), pemberian obat-obatan seperti theophylline;
  • Untuk menurunkan aktivitas saluran pernapasan dapat dilakukan dengan pemberian oksigen, pemberian opiat dan obat penenang, latihan bernapas, dan lain sebagainya.

Terapi sesak nafas merupakan sebagian kecil dari terapi yang diberikan terhadap penderita sesak nafas sehingga perlu dikaji lebih dalam penyebab sesak napas yang terjadi agar diberikan penanganan terapi yang tepat.


Oleh: Bidan Rina
Editor: Adrie Noor
Sumber: alodokter.com



Terima kasih untuk Like/comment FB :